Selasa, 13 Mac 2012

Siapakah Ainul Mardiyah??

Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid,,dikatakan:

Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang,,aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat..Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111,,yang ertinya sebagai berikut..

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin,,diri & harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka"

Selesai ayat itu dibaca,,seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya..Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal..

Ia berkata "Wahai Abdul Wahid,,benarkah Allah membeli dari orang-orang mukmin diri & harta mereka dengan syurga untuk mereka?"
"Ya,,benar, anak muda" kata Abdul Wahid..
"Kalau begitu saksikanlah,,bahawa diriku & hartaku mulai sekarang aku jual dengan Syurga.." kata anak muda itu pula..

Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan..Hanya kuda & pedangnya saja yang tidak..


Sampai tiba waktu berangkat pasukan,,ternyata pemuda itu datang lebih awal..Dialah orang yang pertama kali kulihat..
Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa & malamnya dia bangun untuk beribadah..Dia rajin mengurus unta-unta & kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur..
Sewaktu sampai di daerah Romawi & kami sedang mengatur siasat pertempuran,,tiba-tiba dia maju ke depan medan & berteriak:

"Hai,,aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah.." Kami menduga dia mulai ragu & fikirannya kacau,,kudekati & kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu..

Ia menjawab "Tadi sewaktu aku sedang mengantuk,,selintas aku bermimpi..Seseorang datang kepadaku seraya berkata "Pergilah kepada Ainul Mardiyah.."
Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih & dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah..
Manakala melihat kedatanganku,,mereka bergembira seraya berkata..
"Inilah suami Ainul Mardhiyah.."
"Assalamualaikum" kataku bersalam kepada mereka..
"Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?"
Mereka menjawab salamku & berkata "Tidak,,kami ini adalah pembantunya..Teruskanlah langkahmu"
Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik,,tapi jawaban mereka sama,,mereka adalah pembantunya & menyuruh aku meneruskan langkah..


Akhirnya aku sampai pada khemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih..Di pintu khemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira & memanggil-manggil yang ada di dalam..
"Hai Ainul Mardhiyah,,ini suamimu datang.."

Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata & yaqut..Waktu aku mendekat dia berkata..

"Bersabarlah,,kamu belum diizinkan lebih dekat kepadaku,,kerana roh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.."
Anak muda melanjutkan kisah mimpinya..
"Lalu aku terbangun,,wahai Abdul Hamid,,Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama.."

Belum lagi percakapan kami selesai,,tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami..Pemuda itu segera bangkit & menyerang mereka..
Selesai pertempuran aku mencuba meneliti,,kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya & berlumuran darah..Ia nampak tersenyum gembira,,senyum penuh kebahagiaan,,hingga rohnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.. [ Irsyadul Ibad ]

U.N.I.C - Ainul Mardiyah
Dirimu pembakar semangat perwira
 Rela berkorban demi agama
 Kau jadi taruhan berjuta pemuda
 Yang bakal dinobat sebagai syuhada
 Itulah janji pencipta Yang Esa

Engkaulah bidadari dalam syurga
 Bersemayam di mahligai bahgia
 Anggun gayamu wahai seorang puteri
 Indahnya wajah bermandi seri

Menjadi cermin tamsilan kendiri
 Untuk melakar satu wacana
 Buatmu bernama wanita

Ainul Mardhiah
 Kau seharum kuntuman di Taman Syurga
 Menanti hadirnya seorang lelaki
 Untuk menjadi bukti cinta sejati
 Ooh! Tuhanku
 Bisakah dicari di dunia ini
 Seorang wanita bak bidadari
 Menghulurkan cinta setulus kasih

Di hati lelaki bernama kekasih

Tiada ulasan:

Catat Ulasan